10 Penyakit berbahaya akibat stres berlebihan

Penyakit berbahaya akibat stres berlebihan – Stres merupakan tekanan yang terjadi baik dari fisik maupun mental. Biasanya stres dibuat atau disebabkan dari permasalahan sehari-hari atau kegiatan yang berjalan tidak sesuai rencana, keinginan dan kebutuhan. Stres bisa menyebabkan gangguan baik pada fisik maupun mental karena adanya tekanan dan ketegangan. Dalam ilmu psikologi sendiri gangguan fisik dan mental ini menyebabkan berbagai ancaman dan permasalahan yang berkelanjutan. Bahkan banyak yang berkembang menjadi lebih buruk.

Tidak hanya mental, stres menyebabkan berbagai masalah kesehatan fisik. Tentunya hal ini sangat ingin dihindari oleh banyak orang. Namun tekanan tidak bisa dihentikan seperti halnya sakit pada fisik. Semua tergantung pengendalian diri dan juga kontrol emosi dari individu tersebut. Apa saja penyakit berbahaya yang bisa dari stres berlebihan ?

Penyakit berbahaya akibat stres berlebihan

Gambar ilustrasi

10 Penyakit berbahaya akibat stres berlebih

1). Bermasalah dalam pola tidur/ Insomnia

Penyakit berbahaya pertama yakni pola tidur yang berantakan bahkan mengalami insomnia. Insomnia adalah keadaan dimana penderita tidak bisa tidur normal bahkan tidak bisa tidur sama sekali. Insomnia dikatakan penyakit berbahaya karena organ tubuh tidak bisa beristirahat dan saraf serta otak diporsir untuk bekerja berlebihan. Tentu saja orang yang mengalami insomnia akan mengalami ketidakstabilan emosi, kecemasan berlebihan, pusing, muntah dan mual hingga penyakit lainnya.

Menurut penelitian, orang dewasa akan mengalami penurunan jumlah tidur nyenyak akibat stress. Tentu saja hal ini akan berbahaya. Apalagi insomnia terjadi karena tekanan dan otak dipaksa bekerja dan saraf diperintahkan untuk terus berpikir. Hal ini bisa menyebabkan kadar kortisol menyumbang dan terbangun di malam hari terus menerus. Stres yang menyiksa pikiran dan juga mental ditambah insomnia yang memaksakan seluruh tubuh tetap bangun bisa memperparah keaadan seseorang.

2). Menimbulkan Penyakit Jantung

Tidak melulu soal darah tinggi dan juga makanan berkolesterol, ternyata stres dapat menyebabkan penyakit jantung pada seseorang. Tingkat kecemasan tinggi dan otak yang dipaksa bekerja menyebabkan jantung memompa darah dan mencoba memberikan oksigen ke seluruh tubuh dengan cepat. Stres bisa menyebabkan sel darah putih meningkat dan sudah dibuktikan penelitiannya, namun untuk jantung peneliti belum menemukan tepatnya. Namun masih menjadi praduga bahwa stres tetap bisa memberikan efek pada kerja jantung. Karena sistem kerja yang berubah total dan dadakan, akibatnya jantung mengalami kelainan baik itu sistem atau berbentuk penyakit.

[ Baca juga : Gejala penyakit jantung yang harus diwaspadai ]

3). Menyebabkan kanker

Beberapa orang tidak tahu bahwa stres bisa menyebabkan kanker. Padahal stres berpotensi menimbulkan penyakit berbahaya ini. Seperti halnya penyakit lain, awalnya stres akan melemahkan sistem imunitas dalam tubuh. Setelah itu secara signifikan mengurangi jumlah sel T yang bertugas melawan penyakit jaringan seperti halnya tumor dan kanker. Dengan begitu stres berpengaruh pada kemungkinan tubuh akan terkena kanker. Maka ada baiknya untuk tidak stres berlebihan demi keadaan tubuh lebih baik.

4). Obesitas

Obesitas merupakan masalah lainnya yang bisa terjadi jika anda mengalami stres berlebihan. Dengan keaadaan yang tidak tenang beberapa orang cenderung menenangkan dengan makanan dan meningkatkan beberapa hormon yang sebenarnya bukan fungsinya. Hal ini menyebabkan terjadinya obesitas dan justru membahayakan. Selain itu, stres juga bisa meningkatkan keinginan seseorang untuk mengonsumsi makanan namun tidak teratur. Hal ini tentu saja akan membahayakan gizi yang seharusnya dikonsumsi. Beberapa orang bahkan lebih menyukai makanan siap saji dan makanan instan lainnya yang menyebabkan kemungkinan obesitas semakin besar.

[ Baca juga : 5 Gejala diebates yang harus di waspadai ]

5). Ulkus

Selain ketidakteraturan makanan menyebabkan terjadinya perubahan jenis dan pola makan, stres juga bisa meningkatkan produksi asam lambung dalam tubuh. Sehingga stres bisa menyebabkan penyakit ulkus, dimana asam lambung sangat tinggi dan bisa menyebabkan luka pada tubuh khususnya lambung. Maka yang terjadi paling ringan maag dan paling parah adalah ulkus. Selain ulkus, stres juga membuat otot tegang dan makanan akan lebih sulit diproses.

Penyakit lambung tidaklah bagus karena akan menyiksa anda. seperti halnya gejala lambung lain, muntah-muntah, pusing, perut terasa perih dan sakit ketika diisi dan gejala lainnya. Untuk menghindari kemungkinan menderita ulkus ada baiknya anda mulai dari sekarang mengontrol bagaimana stres dan tekanan anda.

6). Stroke

Stroke merupakan penyakit berbahaya selanjutnya yang bisa saja menyerang stres. Penyebab stroke bisa datang dari tekanan yang terjadi pada saraf tubuh, selain itu Stroke bisa terjadi karena adanya penyumbatan aliran darah pada otak. Saat stres, otak memompa darah terlalu cepat yang dapat mengakibatkan tersumbatnya aterosklerosis.

Stroke juga bisa disebabkan oleh jatuhnya seseorang dan tepat mengenai tulang belakang. Sehingga menimbulkan kelumpuhan. Umumnya orang stres sering bengong dan kehilangan kesadaran sesaat, dan tidak jarang orang melakukan hal ceroboh hingga terjatuh. Maka stres bisa juga berdampak pada cara seperti itu. Untuk itulah coba kendalikan diri anda ketika mengalami stres karena akan berdampak membahayakan diri anda sendiri.

[ Baca juga : Manfaat rutin berjalan kaki untuk kesehatan ]

7). PTSD ( Post-Traumatic Stress Disorder)

Stres yang berlebihan memicu terjadinya stres yang lebih berat. Hal ini bisa dikatakan sebagai PTSD atau Post-Traumatic Stress Disorder. Penyakit ini terjadi akibat adanya stres berlebihan yang tak kunjung reda dan diakibatkan oleh berbagai kejadian berat atau momen yang membekas. Seperti halnya kejadian kriminalitas seperti pembunuhan atau pemerkosaan, bencana alam, kecelakaan dan lainnya. Namun PTSD bisa disebabkan karena stres berlebihan.

Umumnya penderita PTSD mengalami hal-hal seperti kecemasan luar biasa, keputus-asaan yang berat dan cenderung kepada hal negatif seperti menyakiti diri sendiri dan bunuh diri. Gejala lainnya dari penderita PTSD adalah emosi yang tidak mereda, kebahagian yang terlalu tinggi dan malu yang ekstrim. PTSD memang bukan jenis penyakit fisik namun tergolong penyakit jiwa. Sangat sulit menyembuhkan penderita PTSD terutama karena trauma, bukan karena stres tekanan permasalahan hidup. Penderita PTSD cenderung akan menyiksa diri dan memilih melupakan momen dengan mengakhiri hidupnya. Stres berlebih hingga PTSD benar-benar harus menghadapi psikolog dan berbagai orang yang menyatakan bahwa mereka sayang dan membutuhkan penderita untuk tetap hidup.

8). Tekanan darah tinggi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa disebabkan oleh stres yang berlebihan. Ketika seseorang mengalami stres maka produksi hormon adrenalin akan terpicu dan menyebabkan kerja jantung lebih hebat lagi. adanya ketegangan ini menyebabkan pembuluh darah dan saraf menegang dan memberikan tekanan. Hal inilah yang mengaitkan stres dengan penyakit darah tinggi. Seperti yang diketahui bahwa hipertensi bisa menjadi gejala awal datangnya penyakit lain yang lebih berbahaya, seperti halnya jantung, obesitas, diabetes dan penyakit berbahaya lainya.

9). Asma atau gangguan pernapasan

Penderita asma sangat disarankan untuk tidak mengalami stres bahkan tekanan dan juga hal-hal yang membuat penderita terkejut. Penyakit asma berkaitan dengan organ penting yakni paru-paru. Paru-paru bekerja sebagai organ yang bertugas memompa oksigen dan karbon dioksida agar bisa dibawa oleh darah dan disebarkan keseluruh tubuh. Maka peredaran yang lancarlah yang sangat baik untuk tubuh. Seseorang mengidap asma ketika dinding batang tenggorokan seseorang menjadi rentan untuk mengalami pembengkakan sehingga menyebabkan terjadinya penyempitan batang tenggorokan yang akan menghambat sirkulasi udara masuk dan keluar dari paru-paru.

Pada dasarnya asma adalah keluhan alergi yang muncul pada batang tenggorokan.stres juga bisa menyebabkan hal lain yang berkaitan dengan asma. stress cenderung mengacaukan sistem hormonal pada hipotalamus yang mengontrol seluruh sistem tubuh termasuk sistem imunitas. Imunitas bisa terstimulasi berlebihan dan meningkatkan risiko terjadinya asma. Jangan stres, bahkan penderita asma tidak boleh menangis berlebihan atau mengalami hal-hal yang bersifat tekanan.

10). Memicu kerusakan DNA

Terakhir yakni adanya kerusakan DNA yang terjadi pada tubuh. Ketika salah seorang keluarga atau ibunya mengalami stres, maka kromosom yang dihasilkan pada janin atau keturunanya akan rusak dan tidak normal. Hal ini tentu membahayakan keturunan selanjutnya. Bahkan tak jarang jika ibu mengalami stres berat dan berlebihan, maka ketika lahir dan besar anaknya memiliki kecenderungan untuk mengalami stres dan juga depresi. Beberapa orang memiliki kerentanan terhadap stres dan itu menyebabkan DNA mereka rusak. Hal ini juga tersangkut pada sel yang mungkin terkena kanker, karena kanker bisa saja timbul dari DNA yang tidak normal. Kerusakan DNA ini memang tidak menyebabkan kematian, namun menimbulkan keturunan yang buruk.

Loading...
24 Shares
Share24
+1
Pin
Tweet