Bahaya Tak Terduga dari Menghirup Asap Dupa Aromaterapi

Bahaya Menghirup Asap Dupa Aromaterapi –¬†Aromaterapi sering digunakan untuk membuat tubuh relaks setelah menghadapi pekerjaan yang menumpuk atau sekedar melepaskan pikiran dari kejenuhan dan menginginkan ketenangan. Biasanya aromaterapi didapat dari minyak esensial, yang bisa dihirup atau digosokkan pada tubuh kita. Bahkan belakangan ini banyak produk minyak angin dan kayu putih yang juga mengandung aromaterapi. Tetapi ternyata aromaterapi tidak hanya bisa kita dapatkan dari minyak esensial saja. Bahkan dupa pun ada yang mengandung aromaterapi.

Bahaya Menghirup Asap Dupa Aromaterapi

Sayangnya penggunaan dupa dengan cara dibakar akan menimbulkan asap yang justru dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. alih-alih mendapatkan ketenangan dan kesegaran, Anda justru rentan terkena penyakit akibat menghirup asap dupa aromaterapi. Lalu bahaya apa yang akan muncul jika kita sering menggunakan dupa aromaterapi? Simak penjelasan berikut ini.

Bahaya Menghirup Asap Dupa Aromaterapi

1. Membuat Mata dan Kulit Teriritasi

Asap dari dupa aromaterapi yang dibakar tentu akan mengenai mata dan kulit orang di sekitarnya. Jika sampai terkena mata dan kulit dalam waktu yang lama, sudah pasti akan menyebabkan iritasi. Mata akan menjadi perih dan merah, sedangkan kulit juga akan menjadi iritasi dan menimbulkan ruam. Kondisi akan menjadi semakin parah jika kulit Anda termasuk jenis kulit yang sensitif.

2. Mengandung Senyawa Karsinogen

Senyawa karsinogen merupakan senyawa beracun yang dapat menyebabkan berbagai penyakit termasuk kanker jika masuk ke dalam tubuh. Dupa aromaterapi mengandung senyawa karsinogen berupa benzena, karbonil dan hidrokarbon poliaromatik. Jika kita sering menghirup asap dari dupa tersebut, maka cepat atau lambat tubuh akan mengalami gangguan kesehatan dan dalam kondisi yang membahayakan.

3. Menimbulkan Masalah Pada Ginjal

Secara tidak langsung, asap dupa aromaterapi dapat menyebabkan berbagai masalah dan gangguan pada organ ginjal. Hal ini dikarenakan tingginya kandungan magnesium, zat besi dan timbal pada asap dupa. Penelitian menyebutkan jika tubuh terpapar mineral tersebut dalam waktu yang lama dan berlebihan, maka akan dapat membuat ginjal bekerja keras hingga mengalami kerusakan.

4. Mengakibatkan Kerusakan Sel

Tingginya kadar senyawa karsinogen pada asap dupa aromaterapi juga dapat mempengaruhi kerja sel. Senyawa tersebut bahkan dapat merusak struktur sel sehingga sel tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik. Jadi sebaiknya hindari asap dupa aromaterapi demi kesehatan Anda sendiri.

5. Menyebabkan Peradangan

Asap dari dupa aromaterapi juga bisa menyebabkan terjadinya peradangan pada organ pernapasan, terutama pada bagian paru-paru. Dinding paru-paru bisa terinfeksi dan menyebabkan radang paru-paru. Kondisi akan menjadi lebih parah jika Anda memiliki riwayat penyakit asma.

6. Membahayakan Sistem Pernapasan

Asap dupa yang menyebar di udara pasti akan terhirup jika kita berada di dekatnya. Saat Anda menghirup asap dupa tersebut, maka secara perlahan kandungan racun dalam asap tersebut akan menempel pada saluran pernapasan. Pada akhirnya saluran pernapasan rentan terkena penyakit seperti ISPA dan radang tenggorokan.

7. Meningkatkan Resiko Kanker Nasofaring

Bahaya dari asap dupa aromaterapi tidak beda jauh dengan bahaya rokok. Keduanya sama-sama dapat membuat sejumlah penyakit bersarang dalam tubuh. Tidak terkecuali dengan kanker nasofaring yang bisa saja terjadi jika kita sering menggunakan dupa aromaterapi. Kanker nasofaring merupakan kanker yang muncul pada organ pernapasan atas yaitu nasofaring yang posisinya dekat dengan hidung.

Nah, itulah bahaya dari menghirup asap dupa aromaterapi. Jika sudah tahu, sebaiknya hindari penggunaan dupa tersebut. Asap dupa aromaterapi juga dapat menyebabkan sakit kepala berkepanjangan dan mencemari udara di lingkungan sekitar. Agar Anda selalu sehat, sebaiknya hindari penggunaan dupa meski mengandung aromaterapi yang bagus untuk kesehatan.

Loading...
0 Shares
Share
+1
Pin
Tweet