Benarkah Air Liur Bisa Untuk Menyembuhkan Luka di Kulit?

Air Liur Bisa Untuk Menyembuhkan Luka di Kulit? –¬†Pernahkah Anda bayangkan hanya dengan air liur sebuah luka bisa lebih cepat untuk sembuh? Ya, banyak percaya namun banyak juga yang meragukan, tapi yang pasti air liur memang mengandung senyawa yang dapat membantu mempercepat penyembuhan luka. Kebiasaan mengobati luka dengan air liur biasanya kita lihat pada hewan seperti anjing dan kucing. Namun ternyata air liur manusia pun mengandung senyawa yang sangat ampuh untuk merangsang penutupan luka.

Air Liur Bisa Untuk Menyembuhkan Luka di Kulit?

Bahkan fakta tersebut ditemukan melalui berbagai penelitian, sehingga hasilnya tidak diragukan lagi. Jadi, jangan buru-buru panik jika mengalami luka ringan, apalagi saat tidak menemukan plester atau kain kasa. Karena hanya dengan menjilat luka tersebut, maka luka akan lebih cepat sembuh. Tetapi harus diperhatikan juga lokasi luka memang memungkinkan untuk terkena air liur, contohnya jari atau telapak tangan.

Senyawa yang Terkandung dalam Air Liur Manusia

Manfaat air liur dalam menyembuhkan luka tentu tidak terlepas dari senyawa penting yang terkandung di dalamnya. Pada hewan pengerat, air liurnya mengandung zat Epidermal Growth Factor (EGF) dan Nerve Growth Factor (NGF). Kedua zat tersebut sangat ampuh dalam mendorong penyembuhan luka yang lebih cepat, karena merangsang pembentukan jaringan kulit beserta pembuluh darahnya. Pada air liur manusia, meski kedua zat tersebut tidak ada, tetapi ada kandungan zat histatin peptida yang bersifat sebagai antijamur. Kandungan histatin dalam ludah manusia juga hampir sama efektifnya dalam proses penyembuhan luka.

Loading...

Fakta ini bukan hanya sekedar bualan saja, karena memang telah dilakukan penelitian khusus untuk kandungan air liur manusia ini. Penelitian yang dilakukan pada kelinci dewasa ini diterbitkan dalam jurnal PUBMED 2012 oleh Jia J., Sun Y., Yang H., dkk. Pada kelinci yang dibagi dalam 3 kelompok berbeda dibuat luka pada kulit punggungnya sebesar 2,5 x 2,5 cm. Ketiga kelompok tersebut dikondisikan dalam percobaan yang berbeda, untuk melihat reaksi dari proses penutupan luka dan berapa lama durasinya.

Kelompok pertama, pada luka diberi air garam. Kelompok kedua luka tersebut diberikan bubuk yunnan baiyao (bubuk obat untuk penyembuhan luka). Dan kelopmpok ketiga luka diberikan air ludah atau saliva. Hasilnya sungguh mengejutkan, karena ternyata luka yang diberi bubuk yunnan yaibao dan ludah atau saliva dapat lebih cepat sembuh. Namun luka yang diberi air liur tertutup lebih rapi dan tidak ada bekas pembengkakan.

Tentu saja penemuan ini menjadi kabar gembira bagi para penderita penyakit diabetes atau penyakit lainnya dimana luka sulit untuk sembuh. Penemuan ini akan terus dikembangkan hingga nantinya diproduksi obat untuk penyembuhan luka yang mengandung histatin. Keuntungan lainnya, zat histatin peptida dapat diproduksi secara massal, jadi harganya tentu akan menjadi lebih terjangkau.

Bisa Mengobati Jerawat

Air liur atau ludah bersifat antibakteri dan antijamur, jadi kandungan air liur juga sangat ampuh dalam mengatasi jerawat. Kelak Anda tidak perlu repot lagi mencari obat jerawat ini dan itu, karena Anda bisa mengandalkan saliva yang mengandung histatin. Caranya, saat bangun tidur di pagi hari dan belum makan atau minum apapun, ambillah sedikit ludah Anda lalu oleskan pada jerawat. Jika merasa jijik, bisa ditambahkan dengan sedikit madu. Biarkan selama 15 menit, lalu bilas hingga bersih. Keesokan harinya Anda akan melihat jerawat mengecil dan segera sembuh.

Tidak disangka air liur pun bisa bermanfaat sebagai obat alami untuk menyembuhkan luka di kulit, termasuk masalah jerawat yang kerap timbul di wajah. Jadi mulai sekarang jangan abaikan dan sepele dengan air liur karena manfaatnya sangat tidak terduga.

Loading...
0 Shares
Share
+1
Pin
Tweet