Cara menurunkan kadar Kreatinin tinggi dalam tubuh

Cara menurunkan kadar Kreatinin tinggi – Kreatinin adalah hasil limbah yang ditemukan dalam darah, dihasilkan oleh otot-otot tubuh sebagai hasil sisa perombakan keratin fosfat. Keratinin normal ditemukan dalam darah, namun ada batasan dimana bila keratinin melebihi batas tersebut maka ada yang tidak beres dengan fungsi ginjal. Untuk laki-laki, kadar keratinin normal dalam darah adalah 0,6 – 1,2 mg / dL, sedangkan untuk perempuan batas normal lebih rendah yaitu  0,5 – 1,1 mg / dL.

Karena keratinin merupakan hasil limbah, akan berakibat buruk jika tidak dikeluarkan dari tubuh. Organ yang paling berperan dalam pembuangan kreatinin adalah ginjal. Organ tersebut menyaring darah sehingga keratinin dapat dikeluarkan bersama urin. Jika kadar kreatinin dalam darah meningkat, bisa dipastikan ginjal sedang dalam masalah. Kadar kreatinin yang mencapai angka 10 mg / dL mengharuskan penderitanya melakukan cuci darah.

Cara menurunkan kadar Kreatinin tinggi

Kreatinin dapat diperoleh dari makan seperti ikan dan daging, juga dari kerusakan jaringan otot yang masuk aliran darah. Jika ginjal bermasalah dan tidak mampu menyaring keratinin, zat limbah tersebut akan menumpuk pada ginjal dan menyebakan penyakit batu ginjal. Kondisi hipertensi dan diabetes juga dapat mempengaruhi kerja ginjal sebagai penyakit komplikasi. Untuk memastikan keadaan ginjal, periksakan diri ke dokter. Dokter dapat mengetahui kondisi ginjal seseorang berdasarkan umur, jenis kelamin, dan berat badan.

[ Baca juga : Carpal Tunnel Syndrome, Gejala dan Pengobatan ]

Faktor Penyebab Tingginya Kadar Kreatinin

Dengan mengetahui faktor yang menyebabkan tingginya kadar kreatinin, kita dapat mencegah kondisi tersebut dan menjaga ginjal tetap sehat. Berikut ini beberapa faktor penyebabnya:

  1. Gangguan atau gagal ginjal – Ketidakmampuan glomerulus pada ginjal dalam menyaring cairan tubuh menyebabkan kreatinin dalam darah meningkat.
  2. Kerusakan otot – Jaringan otot bisa saja mengalami kerusakan akibat aktivitas berat atau luka sehingga jaringan rusak tersebut akan masuk ke dalam aliran darah dan dapat merusak ginjal.
  3. Mengkonsumsi daging secara berlebihan – Daging merupakan sumber utama zat keratinin karena daging merupakan otot yang menghasilkan keratinin.
  4. Penyakit hipothiroid – Hipothiroid dapat menurunkan fungsi ginjal dalam mengeluarkan zat sisa dalam tubuh.
  5. Aktivitas berat – Melakukan aktivitas berat atau berlebihan dalam berolahraga akan memicu pembentukan energi yang lebih cepat sehingga kadar kreatinin juga meningkat.

Gejala Tingginya Kadar Kreatinin

Sebagian besar orang tidak mengalami gejala apapun saat kadar keratinin dalam darahnya meningkat. Namun dalam beberapa kasus, seseorang yang memiliki kreatinin tinggi akan merasakan gejala berikut:

  1. Sesak napas berlebihan
  2. Bingung dan gelisah
  3. Mudah dehidrasi
  4. Mudah merasa lelah

Cara Menurunkan Kadar Kreatinin Tinggi

Kreatinin yang tinggi dalam darah dapat diturunkan ke kondisi normal, tentu dengan beberapa syarat. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menahan laju meningkatnya kadar kreatinin dalam tubuh:

  1. Ketahui terlebih dahulu apakah mengidap penyakit yang menyebabkan komplikasi gangguan ginjal seperti tekanan darah tinggi, asam urat atau diabetes mellitus, jika ada atasi penyakit tersebut agar ginjal bisa kembali normal.
  2. Membatasi asupan natrium atau garam dan protein, juga batasi masuknya cairan ke dalam tubuh sesuai petunjuk dokter.
  3. Menghindari mengkonsumsi obat yang dapat mengganggu fungsi ginjal seperti obat penghilang nyeri dari golongan OAINS/NSAID.
  4. Bisa mencoba mengkonsumsi herbal yang dapat merangsang pembuangan air seni, namun pastikan herbal yang diminum aman dan konsultasi terlebih dahulu dengan ahli herbal.
  5. Periksakan diri ke dokter dan lakukan nasihat yang diberikan, mematuhi aturan dokter dan mengkonsumsi obat yang diberikan akan membantu menurunkan kadar keratinin dalam tubuh.

[ Baca juga : Cara menurunkan kolesterol ]

Demikian artikel cara menurunkan kadar kreatinin tinggi dalam tubuh, lakukan tindakan sedini mungkin jika memang ditemukan indikasi tersebut agar lebih mudah dalam menanganinya.

Loading...
4 Shares
Share4
+1
Pin
Tweet