Inilah Alasan Kenapa Pria Tidak Dianjurkan Kencing Sambil Berdiri

Pria Tidak Dianjurkan Kencing Sambil Berdiri – Mungkin kita sudah terbiasa dengan kebiasaan laki-laki yang kencing sambil berdiri dan menganggap hal tersebut lumrah. Padahal dalam ajaran agama Islam sendiri pria dianjurkan kencing dengan posisi jongkok. Selain untuk mencegah cipratan air kencing mengenai celana dan menyebabkan sholat menjadi tidak sah, kencing dalam posisi jongkok lebih menyehatkan.Ternyata ajaran agama Islam saling keterkaitan dengan ilmu pengetahuan modern seperti saat sekarang ini.

Pria Tidak Dianjurkan Kencing Sambil Berdiri

Dalam dunia kesehatan pun pria sangat tidak dianjurkan untuk kencing sambil berdiri. Hanya saja hal tersebut sudah menjadi faktor kebiasaan sehingga sangat sulit dihilangkan. Bahkan di toilet umum pun fasilitas yang disediakan untuk pria buang air kecil adalah yang dalam bentuk berdiri. Alasannya, kencing sambil berdiri lebih menghemat waktu dan lebih praktis. Tapi sesungguhnya ada bahaya yang mengincar jika seorang pria kencing sambil berdiri, seperti berikut ini.

Alasan Pria Tidak Boleh Kencing Sambil Berdiri

1. Urin Tersisa di Kandung Kemih

Saat pria kencing dengan cara berdiri, kandung kemih tidak tertekan sehingga bisa dipastikan tidak semua urin bisa dikeluarkan. Sisa urin di dalam kandung kemih akan semakin banyak dari waktu ke waktu, dan jika mengendap membentuk kristal pria tersebut dapat mengalami penyakit batu kandung kemih. Tentu saja untuk bisa sembuh dan mengeluarkan batu endapan tersebut harus dilakukan tindakan operasi.

Loading...

2. Beresiko Terkena Kanker Prostat

Kencing sambil berdiri menyisakan urin dalam kandung kemih, sehingga banyak penyakit yang bisa saja muncul akibat sisa metabolisme terpendam dalam tubuh untuk waktu yang lama. Selain batu karang, penyakit yang sering terjadi adalah kanker prostat. Jadi, jika ingin menghindari penyakit berbahaya tersebut, mulailah ubah kebiasaan untuk kencing sambil jongkok.

3. Perasaan Tidak Puas

Orang yang kencing sambil berdiri biasanya memiliki perasaan tidak puas setelah buang air kecil, dan ada keinginan untuk buang air kecil kembali dalam waktu dekat. Hal ini dikarenakan tidak semua urin bisa dikeluarkan sehingga menimbulkan perasaan ingin buang air kecil kembali. Inilah yang dapat menyebabkan infeksi saluran kencing, karena biasanya orang lebih memilih menahannya daripada pergi bolak-balik ke toilet.

4. Pembuangan Sisa Metabolisme Tidak Sempurna

Saat kita kencing sambil jongkok, selain urin bisa dikeluarkan semua, seringkali kita juga membuang gas di saat  yang bersamaan. Itu artinya gas sisa metabolisme dalam usus pun ikut dikeluarkan dan mengurangi racun dalam organ pencernaan. Sayangnya manfaat tersebut hampir tidak pernah dirasakan oleh orang yang terbiasa kencing sambil berdiri.

5. Menyebabkan Lemah Syahwat

Bagi sebagian pria, kencing sambil berdiri bisa menjadi pemicu terjadinya lemah syahwat. Hal ini dikarenakan kandung kemih tidak pernah kosong dan kondisi tersebut berpengaruh terhadap kekuatan otot-otot pada penis dan buah zakar. Selain itu ditemukan pula fakta bahwa orang yang kencing sambil berdiri memiliki buah zakar yang lebih kendur dibandingkan dengan orang yang kencing sambil jongkok.

Kencing Berdiri Dalam Pandangan Islam

Dalam Islam sendiri, Rasulullah mengajarkan umatnya untuk buang air kecil maupun besar dalam posisi jongkok. Selain buruk untuk kesehatan, kencing sambil berdiri dapat membuat sholat menjadi tidak sah. Mengapa demkian? Karena saat kencing sambil berdiri, air seni yang memancar menimbulkan cipratan halus yang jaraknya lebih jauh dan terkadang mengenai pakaian atau celana. Tentu saja jika dipakai untuk sholat, sholat menjadi tidak sah karena sudah terkena najis. Lagipula, urin yang tersisa bisa saja keluar sendiri tanpa disadari. Jika terjadi dalam keadaan sedang sholat, tentu saja sholat tersebut menjadi tidak sah. Jadi, dengan mengetahui dampak dari kencing berdiri sebaiknya Anda mulai kebiasaan untuk kencing sambil jongkok.

Loading...
13 Shares
Share13
+1
Pin
Tweet