Penyakit Kondiloma Akuminata, gejala, penyebab, dan pengobatan

Kondiloma akuminata merupakan penyakit berupa kutil pada daerah sekitar Miss V, Mr P atau dubur, sebagai vegetasi oleh Human Papiloma Virus (HPV). Penyakit kondiloma akuminata atau disebut juga kutil genitalis biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Pada tingkat yang ringan penyakit tersebut dapat membuat rasa gatal dan si penderita akan terganggu karena tidak enak dilihat. Kondiloma akuminata juga menjadi pertanda adanya masalah yang terdapat di sekitar organ genital atau masalah pada kekebalan tubuh.

Kutil kelamin atau kondiloma akuminata terbentuk dari poliferasi jinak pada kulit dan mukosa pada bagian tubuh tertentu. Pada pria biasanya penyakit ini muncul pada permukaan batang Mr P atau skrotum, sedangkan pada wanita keseringan kutil kelamin muncul di sekitar labia mayor dari Miss V. Tak jarang kondiloma akuminata juga muncul pada bagian dalam maupun luar anus.

Kondiloma Akuminata

Gambar ilustrasi

Hampir setiap orang yang aktif melakukan hubungan seksual mungkin telah mengalami kontak dengan Human Papiloma Virus (HPV) yang menyebabkan kutil kelamin, namun hanya 10% yang benar-benar mendapatkan penyakit tersebut. Karena seseorang yang telah terinfeksi virus tersebut dapat menularkannya pada orang lain, meskipun orang tersebut belum terkena penyakitnya.

Gejala Penyakit Kondiloma Akuminata

Penyakit yang disebabkan oleh subtipe Human Papiloma Virus ini biasanya tidak menimbulkan gejala yang berarti. Terkadang muncul rasa gatal, kemerahan dan permukaan yang kasar sehingga membuat penderitanya merasa tidak nyaman. Biasanya kutil muncul 1 hingga 6 bulan setelah terinfeksi. Pada awalnya akan muncul pembengkakan yang lembut dan terasa lembab dengan warna merah atau merah muda. Setelah awal kemunculannya, kutil berkembang dengan cepat, bahkan terkadang ada yang bertangkai.

Pertumbuhan yang cepat bisa juga terjadi pada wanita hamil, seseorang yang terjadi peradangan pada kulitnya, atau orang yang sedang menggunakan obat yang menekan sistem kekebalan tubuh. Secara fisik, kutil kelamin akan menunjukkan gejala dan tanda-tanda seperti berikut ini.

  1. Muncul kutil yang berkelompok seperti bentuk kembang kol
  2. Terdapat benjolan daging kecil di sekitar area genital atau organ kelamin
  3. Pembengkakan berwarna abu-abu di sekitar area genital
  4. Muncul rasa gatal di sekitar area genital yang menimbulkan rasa tidak nyaman
  5. Terjadi pendarahan saat berhubungan seks.
Baca Juga :  Pertolongan pertama sesak nafas

Penyebab Munculnya Kondiloma Akuminata

Kondiloma akuminata disebabkan virus yang sangat menular, yaitu virus Papiloma manusia dengan subtipe 6 dan 11. Subtipe 16 dan 18 lebih berbahaya dan memiliki resiko tinggi karena dapat menyebabkan kanker serviks pada wanita. Selain itu, virus tersebut dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada anaknya pada saat melahirkan.

Seseorang yang berhubungan seksual dengan pasangan tanpa menggunakan kondom dapat memiliki peluang terinfeksi sebesar 70%. Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami penyakit kutil genitalis ini, dapat dilakukan pemeriksaan pap smear secara rutin. Hal tersebut juga bertujuan untuk memantau apakah kutil pada area kelamin tersebut memiliki resiko menjadi kanker atau tidak.

Kutil kelamin juga bisa diperiksa melalui pemeriksaan visual dan memantau pertumbuhannya, yang dapat dilanjutkan dengan tes DNA untuk memperjelas status virus yang menginfeksi apakah termasuk kategori yang membahayakan atau tidak. Dengan pemeriksaan secara rutin dan sedini mungkin, kemungkinan terjadinya hal buruk bisa dihindari.

Cara Pengobatan Kondiloma Akuminata

Sampai saat ini belum ada obat yang benar-benar efektif untuk mengobati dan menghilangkan lesi kondiloma akuminata secara total. Namun terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengangkat atau merangsang kutil agar terhenti pertumbuhannya dan menyusut sendiri. Berikut ini cara yang dapat dilakukan:

  1. Kemoterapi (pengobatan kimiawi), yaitu menggunakan obat atau bahan kimia yang dapat dioleskan pada lesi atau kutil. Namun pengobatan membutuhkan waktu lebih lama hingga beberapa minggu, sehingga menimbulkan efek samping berupa rasa gatal pada kulit di sekitarnya, bahkan menyebabkan kerusakan kulit. Beberapa bahan kimia yang dapat digunakan adalah tinctura podofilin 25 %, podofilotoksin 0,5 %, asam trikloroasetat 25 % – 50 % dan krim 5-flurourasil 1-5 %.
  2. Metode pembedahan atau operasi, yang dapat dilakukan dengan tipe pembedahan seperti bedah scalpel yang menggunakan pisau bedah, bedah listrik yang disebut elektrokauterisasi, dan bedah beku yang menggunakan nitrogen cair.
  3. Metode laser, dengan menggunakan laser karbondioksida. Keuntungan menggunakan laser yaitu lebih sedikit menimbulkan jaringan parut dibandingkan dengan bedah listrik.
  4. Menggunakan interferon, yang terbagi dalam 2 jenis yaitu interferon alfa dan interferon beta. Interferon alfa berupa suntikan dank rim yang dapat diberikan 3 kali seminggu dalam 6 minggu, sedangkan interferon beta yang berupa suntikan dapat diberikan selama 10 hari berturut-turut.
  5. Imunoterapi (terapi sistem imun), digunakan pada orang yang menderita kondiloma akuminata dengan spectrum yang lebih luas dan kebal terhadap metode pengobatan yang lain.
Baca Juga :  Carpal Tunnel Syndrome, Gejala dan Pengobatan

Pada ibu hamil disarankan menggunakan dua metode pengobatan yang lebih minim resiko dan tidak berdampak buruk pada janin, yaitu asam trikloroasetat 25-50 % seminggu sekali hingga kutil bersih total atau dengan bedah beku menggunakan nitrogen cair. Bagi pria yang belum disunat, pengobatan bisa dilakukan dengan cara disunat. Penyakit ini bisa kambuh setiap saat, karena itu pengobatan bisa jadi dilakukan secara berulang.

Pencegahan Kondiloma Akuminata

Untuk mencegah terinfeksi dari Human papiloma Virus ini, bisa dengan menggunakan vaksin Gardasil yang dijual oleh perusahaan Merck & Co, yakni vaksin polivalen yang cukup efektif terhadap serotype 6, 11, 16 dan 18. Vaksin diberikan pada seseorang yang belum memulai hubungan seksual sama sekali, atau belum pernah terinfeksi.

Pemberian vaksin bukan lah suatu metode pengobatan, melainkan tindakan pencegahan. Karena vaksin tersebut tidak akan dapat bekerja jika orang tersebut telah terinfeksi, maka idealnya vaksin diberikan sebelum awal aktivitas seksual. Vaksin yang telah disetujui oleh US Food and Drug Administration ini sudah bisa diberikan baik pada pria dan wanita dengan minimal umur 9 tahun.

Sementara di Inggris, mulai tahun 2012 Gardasil tidak lagi dipergunakan dan diganti dengan vaksin bernama Cervarix. Vaksin Cervarix sudah mulai digunakan oleh wanita muda sejak tahun 2008, namun vaksin ini hanya efektif terhadap serotype virus 16 dan 18 saja, dimana virus tersebut tidak menyebabkan kutil melainkan penyakit berbahaya seperti tumor dan kanker serviks.

Untuk pasangan yang telah aktif melakukan hubungan seksual, metode ABC bisa digunakan untuk menghindar dari penularan virus dari penyebab kutil genitalis. ABC merupakan singkatan dari abstinence (menahan nafsu), be dovoted (setia pada satu pasangan) dan consistent (konsisten menggunakan kondom). Orang yang sering berganti-ganti pasangan akan meningkatkan resiko terinfeksi penyakit kondiloma akuminata.

Baca Juga :  Cara mengobati perut kembung secara alami

[ Baca juga : Carpal tunnel syndrome, gejala, dan pengobatan ]

Demikian informasi mengenai penyakit kondiloma akuminata, gejala, penyebab dan pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengobati serta tindakan pencegahan yang dapat dilakukan. Sedini mungkin deteksi penyakit yang ada dalam tubuh terutama di sekitar organ kelamin agar bisa segera diatasi bila terjadi masalah yang lebih berat.

Loading...
2 Shares
Share2
+1
Pin
Tweet