Penyakit Lupus, Ciri-ciri, Gejala, dan Penyebabnya

Penyakit Lupus – Lupus adalah penyakit dimana sistem imun tubuh salah mengenali bahwa anggota organ atau bagian tubuh lain termasuk sel darah dan jaringan lain adalah benda asing. Dengan begitu, organ tubuh dan juga berbagai jaringan akan dimakan atau diganggu oleh sistem imun tubuh sendiri. Maka, lupus dianggap penyakit yang tidak diketahui atau tidak terdeteksi awalnya. Karena yang menjadi masalah utama adalah sistem imun ? maka itu bukanlah hal dari yang diinginkan atau bisa dibuat.

Penyakit lupus umumnya disebut sebagai penyakit autoimun. Hal ini berarti sistem kekebalan tubuh atau imun yang justru menyerang balik bagian tubuh yang sehat. Hal ini terjadi terus menerus hingga menimbulkan peradangan kronis. Peradangan kronis menjadi hal atau poin utama dalam penyakit lupus, sehingga penyakit lupus disebut juga penyakit peradangan kronis autoimun. Dalam istilah ini ada kata yang disebut auto yang berarti memang tidak direncanakan atau disebabkan dengan jelas. Maka auto disini , mengartikan bahwa imun memang bekerja sendiri melakukan penyerangan pada jaringan sehat, bukan atas perintah otak dan tidak ada masalah dalam otak penderita.

penyakit lupus

Gambar ilustrasi

Peradangan yang dilakukan autoimun ini tentu saja akan mempengaruhi banyak sistem tubuh, terutama organ penting. Seperti, sendi, kulit, ginjal, otak, jantung, paru-paru dan hati. Serta masih banyak organ tubuh penting lainnya yang akan terganggu. Hal ini tentu saja menimbulkan banyak sekali gejala atau manifestasi klinis yang beragam.

Jenis-jenis Penyakit Lupus

penyakit lupus memiliki jenis-jenis, diantaranya :

1). Sistemik lupus

Pada penyakit ini lupus biasanya menyerang bagian organ tubuh atau bagian dari sistem tubuh. Karena menyerang sistem dan juga organ, maka sistemik termasuk jenis lupus yang berat dan juga parah. Organ vital yang menjadi bahan utama untuk bekerjanya tubuh diserang sedikit demi sedikit. Umumnya sistemik lupus menyerang organ sendi, otak dan juga saraf. Maka sistemik lupus tak jarang membuat pasiennya lumpuh atau tidak bisa melakukan apapun. Penyakit ini juga sering menyerang jantung, mata dan juga paru-paru. Penyakit sistemik lupus merupakan jenis lupus yang paling besar dihindari. Namun cukup banyak pasien yang menderita sistemik lupus.

2). Lupus Drug Induced

Penyakit lupus selanjutnya terjadi karena obat antibiotik yang sering dikonsumsi oleh pasien tersebut. golongan antibiotik yang sering dikonsumsi yakni seperti INH dan juga hydralazin untuk obat hipertensi dan golongan obat prokainamid yang berguna untuk penderita jantung. Untungnya obat-obatan ini sudah jarang digunakan karena menyebabkan sampingan seperti lupus tersebut. obat ini juga sudah mulai dianggap drug berbahaya oleh berbagai negara termasuk Indonesia.

3). Cutaneus lupus

Pada jenis lupus ini umumnya disebut sebagai discoid. Penyakit lupus jenis ini menyerang bagian kulit dan penampakan luar saja. Untuk itu gejala pada jenis lupus ini biasanya menimbulkan ruam yang bisa saja terjadi di leher, kulit kepala dan juga seluruh tubuh. Tubuh juga akan menampilkan sisik dan juga menimbulkan warna merah sampai menyebabkan gatal dan hampir pada semua jenis discoid akan menjadi sistemik. Maka penderita cutaneus akan berjaga dan terus berobat untuk mengontrol perkembangan penyakitnya.

Baca Juga :  Cara mengobati Asam Urat dengan bahan alami

Ciri-ciri penyakit lupus

Ciri-ciri yang bisa didapatkan oleh para penderita lupus adalah :

1). Sesak nafas

Sesak nafas merupakan ciri pertama. Penyebab dada sesak bisa jadi karena cara kerja paru-paru yang terganggu karena paru-paru terserang oleh imun sendiri dan juga terjadi karena adanya cairan paru-paru yang merendam dan juga mengganggu cara kerja paru-paru dalam memompa udara.

2). Sakit di bagian sendi

Jika menyerang organ vital karena sistem imun, maka penderita lupus akan memiliki ciri sakit pada bagian sendi, bukan hanya sakit terkadang penderita lupus disertai rasa lemas. Sakit juga sering menyebar tidak hanya pada sendi di bagian kaki melainkan menyebar bisa ke bagian tangan atau ke bagian sekitar mata. tidak hanya sakit sendi juga bisa mengalami pembengkakan dan membahayakan penderitanya.

3). Gangguan pada kulit

Hal selanjutnya yang menjadi ciri adalah penderita lupus akan menimbulkan reaksi pada kulit. Terkadang paparan sinar matahari dianggap membahayakan karena dapat menyebabkan warna kemerahan pada wajahnya. Selain itu bagi lupus diskoid maka efek yang pertama timbul adalah kulit, kemudian menyebar ke bagian rambut yang akan menyebabkan masalah selanjutnya.

4). Gangguan syaraf

Gangguan syaraf wajar terjadi karena lupus sendiri menyerang bagian syaraf. Para penderita biasanya mensalahartikan demam atau gangguan yang terjadi karena syaraf. Biasanya penderita lupus akan mengalami stroke atau gangguan kejiwaan. Namun tidak seluruhnya penderita lupus akan mengalami gangguan kejiwaan.

5). Anemia

Mengalami anemia tentu akan mempengaruhi kebugaran tubuh dan juga kerja tubuh. Para penderita anemia mudah sekali kelelahan dan juga mengalami tubuh yang cukup rentan. Nah, para penderita lupus akan mengalami anemia. Hal ini dapat terjadi ketika jumlah trombosit serta ekosit lebih rendah dibandingkan dengan jumlah trombosit serta ekosit pada umumnya. Terjadinya gejala ini, juga dapat memicu terjadinya pendarahan dan mudah terjadinya infeksi. Sehingga bagi penderita lupus, kelelahan merupakan ancaman terbesar yang menyebabkan penyakitnya bertambah parah. Ada baiknya jika penderita lupus dihindari dari kegiatan yang memforsir tubuh dan juga membahayakan tubuh. Dengan begitu anemia akan sedikit terhindar, dan penderita lupus tidak akan bertambah lemas atau cepat lelah.

6). Kerusakan ginjal

Jika ciri yang diatas tadi belum terlalu menandakan, maka ciri selanjutnya adalah penderita lupus mengalami kerusakan organ penting yakni ginjal. Jika tingkat kerusakannya telah memasuki fase yang berat maka disarankan untuk melakukan pengobatan munosupresif. Pada stadium awal penyakit lupus, ditandai dengan adanya protein pada urin. Ginjal sendiri tentunya menyaring racun dan membuangnya lewat air seni. Jika para penderita lupus mengalami kerusakan ginjal, maka asupan dan racun tentu akan memperparah tubuh. Hal inilah yang dikatakan bahwa kerusakan ginjal sangat berpotensi jika menderita lupus. Dan penyakit lupus sendiri merusak organ utama perlahan-lahan.

Baca Juga :  Cara mengobati Amandel dengan bahan alami

Gejala pada Penyakit Lupus

Umumnya penyakit lupus memang memberikan gejala yang samar, karena serupa dengan berbagai jenis gejala penyakit lainnya. Seperti kanker, Jantung, Paru-paru bahkan hingga gagal ginjal. Nah anda bisa mengenali gejala awal penyakit lupus, diantaranya adalah :

1). Mudah memar

Penderita lupus akan merusak organ dan mengganggu aliran tubuh. Imun juga tidak bisa menjaga dengan baik tubuh yang terluka. Akibatnya kulit mudah menampilan memar dan darah sulit mengalir dengan mudah.

2). Demam

Penderita lupus sering sekali terkena demam. Hal ini terjadi karena demam merupakan reaksi dari kondisi tubuh yang sedang tidak baik.

3). Ruam karena paparan matahari

Penderita lupus akan sulit terkena paparan matahari. Karena sinar matahari langsung akan meningkatkan suhu tubuh dan juga paparan memiliki banyak radiasi dan radikal. Hal tersebut akan diserap mentah-mentah terutama karena imun dari penderita sedang mengalami masalah.

4). Kelelahan

Penderita lupus akan mudah sekali kelelahan. Organ yang terserang akan menurun cara kerjanya dan menyebabkan tubuh kewalahan dalam bermetabolisme dan bekerja. Usahakan untung menghindari kegiatan berat karena akan menimbulkan gejala lainnya.

5). Ruam berbentuk kupu

Sudah bukan rahasia lagi bahwa bentuk kupu pada kulit dan wajah akan mudah dikenali sebagai gejala lupus. Ruam ini berbentuk kupu yang mengisi sekitar pipi dan juga bagian sisi hidung. Hal ini terjadi karena respon dari kulit terhadap kesalahan autoimun. Jika gejala ini yang timbul maka sudah dipastikan lupus.

6). Rontok dan juga kulit yang rusak

Karena adanya kerusakan dan ruam, maka akan mengalami kerontokan pada rambut dan kulit yang mulai rusak. Jika hal tersebut terjadi maka dikatakan gejalanya mirip dengan kanker seperti umumnya. Maka ada beberapa tes uji jika terjadi kerontokan dan kerusakan kulit. Bisa saja alasan lainnya adalah anda bukan terkena lupus, hanya terkena penyakit kulit.

7). Kebingungan

Terjadinya penyerangan syaraf secara mudah pada penderita lupus menyebabkan penderitanya tak jarang mengalami kebingungan. Gejala ini terkadang sudah mulai terjadi sejak awal terserang lupus.

8). Mata kering

Tidak jarang para penderita lupus mengalami mata kering dan menyebabkan terjadinya gangguan penglihatan yang tentunya mengganggu kegiatan sehari-hari. Mata kering ini juga bisa menyebabkan iritasi lebih mudah, karena dengan kurangnya cairan pada mata. hal tersebut membua mata lebih kesat dan juga mudah perih. Terutama jika terkena debu dan juga benda kotor lainnya. Usahakan selalu menggunakan obat tetes mata yang diresepkan dokter. Jika memang gejala ini muncul.

[ Baca juga : Gejala penyakit Jantung ]

9). Sakit dada

Karena lupus berpengaruh pada jantung dan paru serta sistem yang bekerja pada tubuh maka nyeri di dada dan sendi akan terjadi cukup sering. Maka hal ini yang menyebabkan kelelahan sangat dilarang bagi penderita lupus. Setelah itu, sakit dada akan sering muncul jika sedang mengalami stress dan juga sedang mengalami demam yang cukup parah. Ada baiknya untuk berjaga, anda biasa menenangkan diri dan pikiran. Agar tidak mengalami stress, selain itu konsultasikan jika memang gejala tersebut ada.

Baca Juga :  Carpal Tunnel Syndrome, Gejala dan Pengobatan

Karena gejala yang megnalami kemiripan itulah, maka beberapa dokter tidak bisa menduga langsung penyakit lupus. Pasien akan melewati berbagai tes berkali-kali dan tahapan tes yang jenisnya berbeda-beda. Setelah hasilnya merujuk dominansi pada lupus maka kemungkinan dokter baru bisa mendiagnosa penyakit tersebut.

Penyebab terjadinya lupus

Penyebab terjadinya lupus ada berbagai macam :

Pertama yakni pengaruh genetik. Beberapa penyakit memang terjadi jika memang sudah keturunan atau genetika. Salah satunya adalah jenis lupus SLE dengan golongan yang cukup parah. Gen-gen termutasi umumnya berhubungan dengan fungsi tertentu dari sistem kekebalan tubuh. Mungkin inilah yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh penderita SLE mengalami kerusakan. Lupus keturunan bisa saja terjadi jika, jika terkandung kromosom X, sehingga lupus lebih memungkinkan terjadi pada wanita.

Kedua, penyebab terjadinya lupus adalah obat-obatan. Maka lupus terjadi pada drug lupus dengan jenis obat tertentu. Namun obat tersebut sudah ditarik dan tidak lagi dipasarkan akibat efek samping yang sudah pasti terjadi. Maka obat ini tidak lagi dijual di negara manapun. Efek samping yang diberikan sangat mengerikan seperti lupus dan komplikasi lainnya.

[ Baca juga : Gejala diabetes ]

Ketiga adalah sinar matahari. Paparan sinar matahari sangat memungkinkan terjadinya lupus jika imun tubuh sedang tidak baik. terutama karena sinar matahari sekarang sangat panas dan mengandung UV yang lebih tinggi. Baiknya anda menggunakan pelindung seperti tabir surya dan menghindari pergi atau berkegiatan di tengah hari dimana matahari sedang diatas tubuh. Selain itu anda bisa menggunakan pakaian yang panjang atau topi untuk mencegah.

Keempat yakni virus Epstein-Barr (EBV) juga dianggap berkaitan dengan SLE. Tetapi yang menjadi masalah adalah infeksi virus ini jarang menunjukkan gejala. Jika ada pun, gejalanya berupa penyakit demam kelenjar. Namun lupus ini sangat jarang ditemukan pada pasien lupus. Walaupun penyebaran virus sangatlah mudah dan berbahaya.

Terakhir penyebab lupus yakni hormon pada tubuh. Misalnya hormon yang terjadi saat puber atau hamil, bisa jadi membawa dampak yang cukup buruk. Perubahan hormon ini harus diikuti dengan makanan yang bisa memberikan kesehatan lebih dan juga menambah kesehatan tubuh. Ketika hormon sedang tidak stabil, hindari makanan yang tidak sehat dan juga kegiatan yang menyebabkan anda terlalu kelelahan. Hal tersebut bisa memicu.

Loading...
29 Shares
Share29
+1
Pin
Tweet